ku pandang laut yang luas
ombaknya yang membaling diri ke atas batu
menguarkan bunyi yang menenangkan
hatiku yang teruk diambang kekeliruan
apatah nasibku di bumi pemusnah ini
apatah nasibku dicipta sebegini
tidak kupinta
tidak kudoa
ku jadi bergini
apatan suratan hidupku ini
tetapi datang dikau dari jauh
penuh merdu
menyanyikan daku lagu harapan
memberiku semangat maksud kehidupan
tatkala kupandang wajahmu
ku rasa bagi kt terbang
ke atas awan putih kebiru biruan
tatkala ke selam pintu hati mu
ku rasa bagi kehilangan diri
hilang segala perasaan
tetapi sekarang
kukeliru
ku dapat rasakan
senyuman yang kuhendak beri
terjangtung... hilang entah kemana...
senyuman yang kuberi
kau lihat tidak meghiraukan
kubangga dapat rasa diperlukan
tetapi tatkala ku hilang dimata
ku lihatmu bahagia
gelak ketawamu tidak akan sama
jika kudisitu.
aku keliru..
ditinggalkan di sempang empat
tanpa ketahui arah tujuan
tanpa ketahui peta perjalanan
tanpa ketahui kemahuan hati
akan ku redah hutan belentara
akan ku daki gunung ganang
akan ku rentas lautan luas dimata
untuk mencari maksud tersirat
didalam kalbuku kalbumu
apa yang ku dapat
ku doa ku pinta dan ku harap
agar Allah mengkuatkan imanku
hatiku, ruh dan jasadku supaya
dapatku terus hidup
berjuang berjihad
dalam kehidupan.
inilah cerita hatiku
sajak kalbuku
syair sanubariku
Labels: malay poem